Seperti yang pernah disebut pada artikel-artikel yang lampau bahwa teknologi dalam cita-citanya kaum murba-sosialis-komunis bukanlah untuk memenuhi keinginan pasar tetapi membangun manusia yang manusiawi. Atas nama ketertiban, keamanan, perdamaian dunia maka “para pecundang” itu berusaha membunuh segala yang dia atas namakan barusan, dengan cara mereka kuasai setiap teknologi informasi. Kaum kapitalis raksasa beserta para pendukungnya, telah mengontrol segala sesuatu dalam hidup kita. Dari :
  1. Peredaran mata uang dan nilainya yang beragam antara satu negara dan negara lain.
  2. Penciptaan hutang-hutang fiktif untuk mengambil kekayaan negeri dan properti rakyat melalui mekanisme bail out bank-bank yang berselingkuh dengan birokrasi dan hukum.
  3. Kontrol terhadap film, setiap aksi kesenian, siaran radio, televisi dan media massa mainstream baik fisik maupun elektronik.
  4. Kontrol terhadap setiap pendapatan rakyat dan penarikan pajak yang secara langsung maupun tidak langsung, suatu aksi pencurian yang dibenarkan oleh hukum.
  5. Kontrol terhadap demokrasi, dengan menetapkan prosedur-prosedur kepartaian dan kandidat yang menyebabkan rakyat tidak memiliki pilihan lain selain yang disediakan oleh pemerintah.
  6. Kontrol terhadap segala barang dan produk yang boleh dikonsumsi dan tidak dikonsumsi, demi melindungi korporasi besar dan mencerna usaha-usaha kecil yang memaksa mereka berjubel-jubel menjadi buruh.
Satu hal yang masih sedikit bebas dari kontrol negara-negara nasional dan korporasi raksasa ini yaitu internet. Pada internet ini kita masih memiliki sedikit ruang untuk bermanuver, yang semakin sempit karena ulah NSA, PKC (Partai Komunis Cina) dan semua birokrasi negara. Kita harus ingat demokrasi yang sebenarnya, kita harus ingat teknologi yang sebenarnya. Teknologi yang bermanfaat adalah yang dimanfaatkan oleh semua umat manusia. Pemerintahan demokratis bukanlah pemerintahan yang memisahkan dirinya dari rakyat murba (musyawarah rakyat banyak) tetapi pemerintahan yang dibuat oleh rakyat murba itu! Kita katakan, saatnya kita melawan!
Kawan-kawan di Toronto telah memberikan sumbangan yang besar bagi perjuangan. Sekalipun birokrasi negara-negara tidak akan menyerah demikian saja, demikian para korporasi raksasa itu. Guna memajukan sumber daya manusia Indonesia, guna membuka cakrawala para pemuda Indonesia maka seharusnya akses internet itu diberikan SEGRATIS-GRATISNYA TANPA PANDANG BULU. Kita harus terus melawan cara-cara korporasi konglomerat (Telkom, Indosat, Depkominfo) yang masih saja mengais ribuan rupiah dari koneksi hotspot. Hari ini Manifesto Senja turut membagikan cara untuk menembus koneksi wifi.id dan segala sensor yang dibuat oleh pemerintah.
Saudara yang dapat menangkap sinyal wifi.id atau sekedar ingin melepaskan diri dari cengkraman sensor pemerintah maka dapat melakukan langkah sebagai berikut:
  1. Download software Psiphon di psiphon.id.uptodown.com (sofware berukuran 3,36 mb).
  2. Dapatkan akses koneksi wifi.id.
  3. Setelah tersambung anda tinggal membuka software psiphon dan dia akan bekerja secara otomatis, sebelumnya anda dapat memilih mode yang anda inginkan, baca saja petunjuknya untuk lebih jelas.
  4. Tidak perlu beli-beli voucher untuk sekedar berinternet publik! Selamat menikmati!
Berpisah Kita Berjuang, Bersama Kita Memukul!